Kuliah pra Nikah (4) – Persiapan pra Nikah



Assalamualaikum agan dan sista. Kembali lagi ke pembahasan Kuliah pra nikah yang ‘the last but not least’, yaitu tentang persiapan pra nikah. Jangan lupa untuk membaca artikel sebelumnya ya.  Sebelumnya minta maaf lagi ya jika ada kesalahan dalam tulisan. Dan kembali mengingatkan bahwa tulisan ini ditulis berdasarkan kuliah pra nikah serta buku Syariat Cinta karya ustadz Nanang Zakaria. Juga dicampur dengan pemahaman pribadi. Nah, sebenarnya pembahasan pra nikah dan nikah ini buanyak banget. Tulisan selama ini hanyalah penjelasan sebagian kecil aja. 

Siapa di sini yang mau nikah? *semua orang yang masih jomblo pasti mau nikah ya. Hehehe. Yang sudah punya calon, atau yang belum punya calon, persiapan pra nikah ini boleh diamalkan. Namanya juga akan menghadapi Ibadah yang paling panjang dalam kehidupan, pasti perlu persiapan serta ilmu, agar terbentuk keluarga yang sakinnah, mawaddah dan warahmah. Cie cie. 

Apa saja yang perlu dipersiapkan? *Langsung copas dari tulisan ustadz Nanang dalam buku “Syariat Cinta” ya  
1. Iman
Bekali diri dengan keimanan kepada Allah yang kuat agar tidak ragu-ragu dalam menentukan pilihan untuk menikah. Karena iman yang kuat akan menjadi power bagi seseorang dalam menjalani aktivitas kehidupannya. Yakinlah bahwa Allah tidak membiarkan anda sendirian dalam mengarungi kehidupan berumah tangga. Dia akan senantiasa menolong anda sebagaimana janji-janjiNya. Tidak perlu khawatir dan ragu-raguu lagi. 

2. Mental 
Mental merupakan persiapan yang paling ‘urgent’ sebelum melangsungkan sebuha pernikahan. Biasanya banyak pemuda yang menunda pernikahan dengan alasan belum siap mental. Yakinkan dalam hati Anda jika pernikahan adalah hal yang lumrah dilakukan oleh setiap orang, Anda bukan yang pertamam, bukan juga yang terakhir. Berpikirlah positif bahwa anda mampu menjalani pernikahan. Dengan berbekal keyakinan tersebut, maka hilangkan ketakutan dan pikiran negative tentang pernikahan yang akan anda jalani. Mantapkan hati dan percayalah bahwa akan selalu ada kemudakan dari Allah karena anda sedang menjalani salah satu dari syariat-Nya. 

3. Ilmu 
Sebelum memasuki dunai berumah tangga, hendaknya anda memperdalam dulu keilmuan anda. Ilmu-ilmu apa saja yang harus dipersiapkan:

a. Ilmu Agama, hal ini penting dalam mengarungi biduk rumah tangga. Jika anda suami, maka anda memiliki kewajikan mengajarkan agama kepada istri anda dan jika anda orang tua maka kewajiban anda mengajarkannya kepada anak-anak anda. 

b. Ilmu tentang pernak-pernik pernikahan, Mulailah anda mengoleksi dan membaca buku-buku tentang pernikahan atau boleh juga ikut seminar-seminar pernikahan. Agar anda tahu hukum-hukum seputar pernikahan, memilih dan menentukan calon pasangan, dan hal-hal yang dapat merusak pernikahan. 

c. Ilmu tentang berumah tangga dan membina keluarga, persiapanini juga penting untuk anda lakukan agar anda paham bagaimana membina rumah tangga sehingga keluarga anda senantiasa bertabur keberkahan. Disamping itu agar anda mengetahui apa saja hak dan kewajiban bagi suami istri, bagaimana cara mengelola keuangan keluarga, bagaimana bersikap terhadap mertua, cara mendidik anak-anak dan lain sebagainya. Anda bisa dapatkan dengan membaca literature yang shahih dan recommended, anda juga bisa ikut seminar-seminar parenting. 

4. Fisik 
Persiapan yang tidak kalah penting adalah fisik. Jaga kebugaranan anda terutama organ-organ vital anda. Seringlah berolahragadan mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Konsultasilah kepada para ahli terutama bagi wanita untuk mengetahui kondisi rahimnya. Karena ia nantinya akan melahirkan buah hati dari jalinan rasa cinta yang diridhoi.

5. Maal/Finansial 
Persiapan ini juga tidak boleh dipandang sepele, terutama buat calon suami karena anda akan mendapatkan pelimpahan tanggungjawab dari orang tua calon istri. Andalah yang berkewajiban menanggung biaya hidup istri dan anak-anak anda. Perhatikan firman Allah: (yang artinya) 
“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para istri dengan cara yang baik.” (QS. Al Baqarah: 233) 

Untuk  itulah Rasulullah senantiasa mengingatkan kepada para pemuda untuk mempersiapkan bekal-bekal pernikahan. 

“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).” HR. Al-Bukhari.

Haiyooo, bagaimana dengan persiapan kita. Persiapan iman, mental, ilmu, fisik dan finansial. *Banyak banget ya. Hihihi. Jom lah dipersiapkan dari sekarang agar dapat membentuk keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah. Dengan kata lain “ilmu sebelum amal”. 

Demikianlah pembahasan pra nikah ini, masih banyak sekali ilmu-ilmu pra nikah yang lainnya. Salah satunya di buku “Syariat Cinta” yang menjadi referensi saya saat menuliskan ini. Recommended binggo.   
Akhir kata, saya ucapkan terima kasih telah membaca tulisan saya selama ini. :) 

No comments

Powered by Blogger.