Ta'arufan Sama Dia atau Tidak?




Di suatu sore, aku dan seorang teman jalan-jalan di taman. Kami berbincang-bincang tentang banyak hal dan tanpa sadar obrolan itu mengarah ke ta'aruf. Hehehe, sebenarnya bosan juga ngomongin nikah, ta'aruf dan sebagainya, bosan deh, tapi ilmu juga sih. (alasan).

Temanku ini telah melewati serangkaian proses yang cukup panjang. Mulai dari ada yang ngajak nikah,tapi dia nolak. Ta'arufan yang menolak, ta'arufan yang ditolak dengan alasan yang masuk akal sampai menyakitkan. Dan proses itu tidaklah mudah dan cepat pemirsah. Meski aku nggak tahu berapa lama sudah dia menjalani proses seperti itu, namun kayaknya setahun atau lebih ada kayaknya. 

Dari situ dia pun mulai memberikan ceramah kepada diriku kalau semestinya ta'aruf itu dilakukan saja dulu meskipun sekarang belum terlalu siap karena prosesnya itu kemungkinan lama. Walaupun ada juga sih orang-orang yang cepat. Jadi maksudnya, jalani aja dulu prosesnya buat antisipasti kalau kelamaan dapat jodoh. Heheh

Kalau dipikir-pikir, ada benernya juga sih. Apalagi sering banget dengar pengalaman orang-orang yang selalu saja 'gagal' dalam ta'aruf. Ada aja yang bikin nggak cocok dan bisa memakan proses bertahun-tahun lamanya. Dan aku nggak mau di usia 30an baru ketemu jodoh. Hehehe. 

Jadi, melangkah ta'aruf atau nggak ya?  
Menurut kalian? 






No comments

Powered by Blogger.