Jangan Berikan Waktu Sisa



Bismillah, sejujurnya tulisan ini adalah pengingat untuk diri saya pribadi. Moga kita semua dapat menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.

Kemarin ada yang ikut kajian sama Muzammil di Mujahidin? Kalau ada, Alhamdulillah, kalau nggak juga nggak apa-apa. :D
Teringat saat moderator bertanya kepada Muzammil bagaimana cara membagi waktu antara urusan perkuliahan yang super sibuk dan kegiatan menghapal serta belajar Al-Qur’an. Dan Muzammil menjawab, “Utamakan akhirat, maka Allah akan berikan keberkahan waktu. Jangan sampai kita berikan waktu sisa untuk Allah”.

“JANGAN BERIKAN WAKTU SISA UNTUK ALLAH” Jlebbbb!!!

Pernah nggak merasa punya waktu tapi nggak pernah cukup? Pengennya hari ini ngelakuin ini dan itu, pokoknya kegiatan yang bermanfaat deh. Namun nyatanya malah asyik dan terbuai oleh kegiatan-kegiatan yang melalaikan. Pada akhirnya, tak banyak hal positif yang dapat kita lakukan dan kita merasa selalu kekurangan waktu. Jujur, saya sering.
Padahal, Allah sudah kasi kita waktu 24 jam, Allah ciptakan siang untuk melakukan aktifitas, malam untuk beristirahat. Bahkan waktu istirahat masih bisa dicuri untuk melakukan aktifitas. Tapi mengapa oh mengapa, rasanya waktu tak pernah cukup. Banyak hal-hal baik yang belum terselesaikan, malah sama sekali belum tersentuh.
Kenapa terus merasa kekurangan waktu?

Bisa jadi, bisa jadi semua ini karena Allah telah mencabut keberkahan waktu yang kita miliki. Padahal “waktu” adalah nikmat terbesar dalam kehidupan ini. Sampai-sampai yang udah berada di alam kubur pun ingin memiliki waktu walau sehari di dunia untuk berbuat kebaikan, untuk bersedekah.


“…hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. …”(Al-Mukminun: 99-100)

"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), "Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10)
Sedangkan diri ini yang masih hidup, sehat wal afiat lagi, eh malasnya minta ampun.  Kalau pun lagi rajin, sering kali rajinnya kepada sesuatu yang kurang bermanfaat.
Kenapa Allah cabut keberkahan waktu?

Bisa jadi, bisa jadi karena “kita memberikan waktu sisa kepada Allah”. Kita tilawah KALAU SEMPAT, kita sholat Tahajjud KALAU NGGAK SENGAJA KEBANGUN, kita sholat dhuha KALAU PAGI NGGAK SIBUK-SIBUK AMAT, kita sholat KALAU PEKERJAAN UDAH BERES, kita sedekah KALAU LAGI BANYAK UANG, kita ikut kajian KALAU ADA WAKTU LUANG. Apa yang kita berikan kepada Allah adalah waktu sisa. Itu pun kalau ‘mood’nya lagi bagus. Sehingga pantaslah bila Allah cabut keberkahan waktu dari kita. Allah sibukkan diri kita pada sesuatu yang sedikit faedahnya, bahkan tak berfaedah sama sekali. Kita yang sudah diberikan waktu 24 jam, pelit untuk berbagi waktu kepada Sang Pemberi Waktu.


#selfreminder

Lalu, apa yang bisa kita lakukan?
“Kejar Akhirat, Jangan Lupa Dunia”

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan …” (Al-Qashash:77)

Inilah yang seharusnya kita lakukan, “Mengejar akhirat, namun tidak lupa dengan dunia” bukan sebaliknya, mengejar dunia, jangan lupa akhirat. Porsi akhirat harus jauh lebih besar dari dunia.  “Utamakan akhirat, maka Allah akan berikan keberkahan waktu”. Ya, Jangan pernah takut waktu kita berkurang karena beribadah kepada-Nya. Alangkah beruntung bila Allah memberikan keberkahan waktu pada kita. Allah palingkan keinginan kita dari perbuatan yang tidak bermanfaat, Allah mudahkan urusan kita, Allah buat waktu kita terasa lebih panjang dan Allah sibukkan kita dalam kegiatan yang bermanfaat.

Bila, dunia memenuhi hampir semua ruang hati, pantaslah bila kita sibuk berlari mengejar dunia. #selfreminder

“Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah- olah ia tidak melihat hak Allah dalam dirinya maka Allah akan menanamkan 4 penyakit dalam dirinya :

1. Kebingungan yang tiada putus- putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah ada ujungnya.
3. Kebutuhan yang tidak prnah terpenuhi.
4. Keinginan yang tidak akan tercapai.” (H.R. Imam Thabrani)

Jangan berikan waktu sisa kepada Allah, namun berikan waktu terbaik kita kepadanya. Jangan menunggu waktu luang, namun luangkanlah waktu kepada Allah. Jangan menunggu kalau sempat, tetapi sempatkan waktu untuk Allah.
Selalu berdoa agar Allah memberikan keberkahan waktu untuk kita semua agar di sisa usia ini, banyak ibadah yang dapat kita lakukan, banyak hal positif yang kita kerjakan.
Aaminn…
لْكِبَرِوَسُوْءِ الْكَسَلِ مِنَ بِكَ أَعُوْذُ رَبِّ

“Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua.”

1 comment:

  1. Subhanallah, jadi malu. Masih selalu menyediakan waktu sisa untuk Alla. terimakasih pengingatnya..

    ReplyDelete

Powered by Blogger.